Antara Dia dan Dia


Hai wanita, jika ada dua orang yang ingin menjadikanmu sebagai pendamping hidupnya…

Maka, pilihlah dia yang mencintaimu dengan segala kekuranganmu.

Pilihlah dia yang akan menegurmu disaat kamu salah.

Pilihlah dia yang siap lahir batin untukmu.

Pilihlah dia yang tak suka membandingkan kekuranganmu dengan kelebihan orang lain.

Pilihlah dia yang tak suka memamerkan kelebihannya.

Pilihlah dia yang bisa menuntunmu kepada keluarga sakinah mawaddah warohmah.

Dan jangan pernah engkau melihat dari pakaiannya.

Jangan pernah engkau melihat dari hartanya.

Jangan pernah engkau melihat dari pangkatnya.

Jangan pernah engkau melihat dari wajahnya.

Semoga aku, kamu dan semuanya mendapatkan pendamping hidup yang sholeh dan sholehah. Aminn

Sumber : islampos

Pemuda, Janganlah Paksakan Menikah Jika Belum Siap 100%


Pernikahan merupakan sebuah ikatan suci antara laki-laki dan perempuan. Pernikahan juga menjadi sebuah jawaban yang tepat untuk kita menjalani kehidupan ini. Dalam ikatan suci ini, yang dulunya haram menjadi halal.

Menikah, bagi siapapun, tentu sangat baik untuk dijalani dan dinikmati. Dengan menikah, sejatinya hidup ibarat serba enak bersama pasangan, kenapa?

Bagi lelaki yang sudah menikah misalnya; pagi sudah disiapkan makanan dan ditemani secangkir kopi, dan lepas kerja disambut sang istri dengan penuh kegembiraan, apalagi saat mendengarkan ocehan manja sang anak tercinta.

Namun, jikalau menikah tidak siap 100 persen dalam hal apapun itu, jangan Anda paksakan. Boleh jadi, jika Anda menjalankan pernikahan bisa baik bisa tidak, namun sebagai muslim kita tetap berprasangka baik atas menjalankan sunnah-Nya dan berdoa.

Permasalahannya, jika kita tengok di tahun-tahun sekarang dan sebelumnya, hampir sebagian besar perpisahan dalam pernikahan menjadi biasa dan banyak dilakukan.

Kenapa? Karena menikahnya hanya karena dorongan nafsu, dorongan sudah tidak bisa hidup sendiri semisal beban keluarga ataupun pekerjaan, bahkan karena kasihan dan sudah saatnya menikah karena umur.

Justru, alasan itu semua akan merugikan Anda semisal saat terjadi perceraian.Jadi, kuncinya tetap meminta petunjuk Allah SWT, kedua orangtua dan guru. Wallahu a’lam.

Sumber : Islampos.com

Ini Manfaat Perkenalkan Al-Qur'an Ke Anak Sejak Dini


Taukah Anda, ternyata Kitab suci Al-Qur'an dapat merangsang tingkat inteligensia (IQ) anak. Yakni ketika kita membacakan (memperdengarkan) ayat-ayat Al-Qur'an tersebut didekat mereka.

Dr. Nurhayati dari Malaysia mengemukakan hasil penelitiannya tentang pengaruh bacaan Al-Qur’an dapat meningkatkan IQ bayi yang baru lahir dalam sebuah Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam sekitar tujuh tahun yang lalu.

Dikatakannya, bayi yang berusia 48 jam saja akan langsung memperlihatkan reaksi wajah ceria dan sikap yang lebih tenang.

Penulis pun mempunyai seorang keponakan yang lahir tahun 2002. Entah ada kaitan dengan dengan argumentasi di atas, yang jelas sebelum umurnya satu tahun, ia sering baru bisa tidur bila di sampingnya diperdengarkan suara orang mengaji melalui tape recorder.

Seperti diketahui, dengan mendengarkan musik, detak jantung bayi menjadi teratur.

Malah untuk orang dewasa akan menimbulkan rasa cinta. Hanya arahnya tidak tentu.

Sedangkan Al-Qur’an, selain itu, sekaligus menimbulkan rasa cinta kepada Tuhan Maha Pencipta.

Jadi, bila bacaan Al-Qur’an diperdengarkan kepada bayi, akan merupakan bekal bagi masa depannya sebagai Muslim, dunia maupun akhirat.

Dalam musik terkandung komposisi not balok secara kompleks dan harmonis, yang secara psikologis merupakan jembatan otak kiri dan otak kanan, yang output-nya berupa peningkatan daya tangkap/konsentrasi. Ternyata Al-Qur’an pun demikian, malah lebih baik.

Ketika diperdengarkan dengan tepat dan benar, dalam artian sesuai tajwid dan makhraj, Al-Qur’an mampu merangsang syaraf-syaraf otak pada anak.

Ingat, neoron pada otak bayi yang baru lahir itu umumnya bak “disket kosong siap pakai”.

Berarti, siap dianyam menjadi jalinan akal melalui masukan berbagai fenomena dari kehidupannya.

Sumber : yukmenikah.com