Cara Menilai Kinerja SDM dengan Sistem Work From Home

Di tengah masa pandemi virus corona, hampir di seluruh dunia menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home. Cara ini dilakukan demi untuk menghentikan penyebaran virus corona yang kian masif. Cara ini juga diambil sebagai tindakan untuk mematuhi peraturan pemerintah yang memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Kondisi ini membuat setiap perusahaan harus bisa beradaptasi secara cepat. Meskipun demikian, tidak sedikit juga perusahaan yang kesulitan dalam mengikuti cara kerja work from home ini, khususnya tim HRD selaku bagian dari managemen SDM yang mengalami kesulitan dalam menilai kinerja SDM

Cara Menilai Kinerja SDM dengan Sistem Work From Home


Lalu, bagaimana cara tim HRD dalam menilai kinerja SDM selama masa kerja work from home (WFH) saat ini? Berikut ini caranya! 

Cek selalu kehadiran 


Untuk beberapa perusahaan ada yang menganggap penting catatan kehadiran karyawan sebagai point penting dalam menilai kinerja SDM. Namun ada juga perusahaan-perusahaan yang tidak begitu memperhatikan hal ini. Namun ketika WFH saat ini, kehadiran menjadi penting untuk diketahui oleh tim managemen SDM dalam hal ini tim HRD sehingga bisa memastikan karyawan tersebut melakukan pekerjaan sesuai porsinya. 

Untuk memudahkan pemeriksaan kehadiran, maka setidaknya perusahaan tersebut memiliki aplikasi kehadiran yang bisa diakses dengan smartphone. Apalagi saat ini dunia digital di Indonesia tumbuh subur dan terus berkembang pesat, sehingga banyak start up - start up berdiri salah satunya aplikasi hr managemen online dengan beragam fitur yang akan memudahkan tim HRD dalam memberikan penilaian kinerja termasuk absensi kehadiran. 

Berikan tanggung jawab pada hasil kerja 


Kondisi ini diperuntukkan untuk jenis pekerjaan fleksibel dalam sisi waktu. Tim HRD selaku managemen SDM dapat memeriksa kinerja karyawan pada hasil atau output yang dihasilkan. Anda dapat memberi tugas karyawan menggunakan sebuah aplikasi, sehingga ketika karyawan tersebut menyelesaikannya, karyawan akan menceklis setiap pekerjaan yang telah diselesaikan.

Perusahaan juga harus realistis dan melihat kondisi yang terjadi di lapangan. Karena ketika pekerja dipaksa bekerja dari rumah karena adanya force major atau hal yang lainnya, maka setiap perusahaan harus menyerahkan tanggung jawab dan kendali sepenuhnya kepada karyawan untuk menyelesaikan setiap pekerjaan. Ini dilakukan karena dengan bekerja dari rumah atau WFH yang dijalani, pasti ada hal lain yang harus diurus oleh si karyawan.

Percayakan sepenuhnya kepada karyawan


Dalam kondisi saat ini, maka Anda tidak boleh terlalu memaksakan mereka untuk terus melapor pada Anda setiap detik, setiap menit dan setiap jam atas pekerjaan apa yang mereka lakukan. Jika demikian, kondisi ini akan justru akhirnya dapat saja mengganggu kinerja dan fokus karyawan ketika bekerja dari rumah. Ketika mereka sudah hadir, mereka sudah menyelesaikan pekerjaan di satu platform, jangan paksakan mereka untuk menambahkan laporan pada platform atau dokumen lain yang hanya menambah pekerjaan mereka.

Jika Anda masih tidak mempercayai karyawan Anda untuk bekerja dari rumah, Anda semestinya tidak mempekerjakan mereka. Jika memang sudah ada bukti bahwa pekerjaan mereka selama WFH memburuk atau menurun, Anda dapat menghubungi karyawan tersebut dan berusaha bersudut pandang yang lebih mendukung daripada menuduhnya. Terutama saat pandemi virus corona, segala kemungkinan terburuk bisa saja terjadi pada karyawan Anda.

Untuk itu, Anda sebagai managemen SDM perlu untuk menggunakan aplikasi atau software yang memiliki fitur lengkap agar mengetahui cara kelola karyawan yang bekerja dari rumah secara cepat, mudah dan tepat. Semoga bermanfaat!

0 Obrolan seru!

Post a Comment